Washington, Harian Umum - Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan lebih keras.
Hal itu dikatakan Trump di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (10/6/2026), beberapa jam setelah militer AS melakukan gelombang serangan balasan ke Iran setelah helikopter Apache-nya ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz.
“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras. Kita menyerang mereka dengan keras kemarin, dan kita akan menyerang mereka dengan keras lagi hari ini," kata Trump sebagaimana dilansir Al Arabiya, Kamis (11/6/2026).
Namun, Trump mengaku Washington tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran, tetapi menegaskan bahwa kesepakatan apa pun harus substantif dan dapat ditegakkan.
“Kita menginginkan kesepakatan yang bermakna. Kita menginginkan kesepakatan yang berhasil, tetapi mereka terus mengulur waktu, mereka terus mempermainkan kita," katanya.
Trump juga mengungkapkan bahwa AS secara diam-diam telah mengambil “jutaan barel minyak” dari Iran.
“Sekarang setelah mereka mengetahuinya, saya dapat memberi tahu Anda... Saya sangat ingin mengatakannya, saya tidak ingin merusaknya, tetapi itu sangat sulit,” kata Trump.
“Dan itulah mengapa harganya mencapai $85-90 per barel, bukan $250,” jelas dia. (man)







