Teheran, Harian Umum - Angkatan Laut Iran mengumumkan bahwa beberapa kapal angkatan laut AS, termasuk kapal perusak yang beroperasi di Laut Oman, mundur menuju Samudra Hindia setelah menerima peringatan rudal dan drone dari pasukan Iran.
Dikutip dari Tasnim, Sabtu (6/6/2026), dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat waktu setempat, Angkatan Laut Iran mengatakan, pihaknya meluncurkan tembakan peringatan dengan menggunakan rudal Qadir dan drone ofensif sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung untuk melawan tindakan agresi maritim, pelecehan, dan penyitaan kapal komersial dan kapal tanker minyak Iran oleh Angkatan Laut AS.
Rudal Qadir dan drone ofensif merupakan senjata yang baru dikembangkan Iran, dan dikenal sebagai "Martir Dana".
"Setelah operasi tersebut, kapal perusak AS DDG-103 dan DDG-87 yang memasuki Laut Oman, meninggalkannya dan menuju Samudra Hindia.," kata Tasnim mengutip pernyataan tersebut.
Angkatan Laut menambahkan, tindakan serupa juga dilakukan dalam beberapa hari terakhir, yang hasilnya tidak hanya kapal perusak Amerika-Zionis yang beroperasi dalam Gugus Tempur Kapal Induk George W. Bush dan pusat komando pasukan angkatan laut AS yang bertanggung jawab atas gangguan perdagangan regional dan keamanan maritim, tetapi kapal serbu amfibi USS Tripoli juga terpaksa meninggalkan Laut Oman.
Pusat Komando dan Kontrol Operasi Angkatan Laut Iran menekankan perlunya "musuh Amerika-Zionis" untuk menghentikan pencurian maritim dan aktivitas permusuhan.
"Meskipun jarak antara kapal musuh dan jangkauan rudal yang kami gunakan semakin jauh, jika diperlukan, pasukan ini (Angkatan Laut Iran) akan menggunakan rudal dengan jangkauan yang lebih jauh," tegas angkatan Laut.
AS membantah
Central Command (CENTCOM) atau Pusat Komando AS membantah klaim Iran tersebut.
“Pasukan Iran TIDAK menyerang atau menembak kapal perang Angkatan Laut AS. Melakukan hal itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," kata Komandan CENTCOM dilansir Al Arabiya.
Dijelaskan, pasukan AS “terus beroperasi secara bebas di perairan regional” dan menegakkan blokade balasan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (man)







