Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/6/2026), menyusul terpuruknya pasar saham dan pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir.
Isu yang beredar menyebutkan, yang akan direshuffle di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, digantikan ekonom Muhammad Chatib Basri.
Dikutip dari Gelora.co, Sabtu (6/6/2026), dua orang sumber internal yang mengetahui informasi itu menyebutkan, Presiden Prabowo tengah menimbang ekonom senior Chatib Basri untuk menjadi menteri keuangannya.
"Senin kemungkinan akan ada reshuffle kabinet. Presiden memang lagi menimbang, salah satunya Pak Chatib Basri menjadi menteri keuangan," kata sumber itu.
Sinyalemen pergantian ini kian menguat seiring kabar kepulangan mendadak Chatib Basri dari Amerika Serikat.
Sosok yang akrab disapa Kang Dede itu memang tengah menjadi visiting fellow di Harvard Kennedy School AS.
"Seharusnya, Kang Dede ke Boston ketemu kawannya hari Kamis (4/6), tapi dibatalkan karena mau terbang ke Jakarta hari Jumat (5/6)," kata Sumber melalui telepon.
Chatib Basri merupakan Menteri Keuangan periode 2013-2014. Dia juga merupakan kepala BKPM tahun 2012-2013.
Purbaya telah membantah dirinya akan dicopot dari jabatan Menteri Keuangan.
"Tidak benar," katanya, Kamis (4/6/2026).
Seperti diketahui, rupiah saat ini telah menembus batas psikologis baru di Rp18.000/dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saya ini berada di posisi 5.594 karena anjlok 245,02 poin atau 4,2% pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).
Sejumlah ekonom, seperti Anthony Budiawan dan Dipo Satria Rizal, mengatakan, terpuruknya rupiah akibat fundamental ekonomi yang lemah.
Namun, Politisi PKS Mardani Ali Sera mengatakan, rupiah terus melemah karena Prabowo melawan kehendak asing, dan bahkan ia mengatakan, di pemerintahan Prabowo sekarang ini era "The Good Boy of Indonesia" telah berakhir.
"Mata uang kita dilemahkan karena Pak Prabowo melawan keinginan asing. Bahkan dengan digantinya Menteri Keuangan Sri Mulyani, itu membuktikan kalau era good boy of Indonesia telah berakhir," katanya.
Istilah good boy of Indonesia merupakan istilah yang dilontarkan Presiden Prabowo saat memberikan arahan di sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 5 Mei 2025.
Istilah ini digunakan untuk menunjukkan bahwa selama ini, selama puluhan tahun, Indonesia merupakan negara yang manut dan tunduk pada keinginan dan ketentuan asing. (man)


