Washington, Harian Umum - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan mencairkan aset Iran atau mencabut sanksi apa pun sebelum kesepakatan damai tercapai.
Hal itu dikatakan Trump dalam program "Meet the Press" yang tayang di NBC News.
"Saya akan mempertimbangkan langkah-langkah pencairan aset itu dan mencabut sanksi setelah kesepakatan tercapai. Ya, jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita mulai berbicara, ya,' kata Trump dikutip dari Al Arabiya, Senin (8/6/2026).
Trump juga mengatakan bahwa ia tidak menuntut agar Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan jangka pendek dengan Teheran.
"Saya pikir mereka ingin melihatnya, tetapi saya tidak menuntut," katanya.
Trump menyerukan serangan yang lebih "tepat sasaran" terhadap Hizbullah di Lebanon, dengan mengatakan: "Saya ingin melihat Lebanon memiliki kehidupan yang lebih baik. Saya ingin melihat serangan yang lebih tepat sasaran terhadap Hizbullah. Saya pikir itu harus lebih tepat sasaran".
Pasukan AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintahan Trump telah berupaya menegosiasikan kesepakatan perdamaian potensial selama berminggu-minggu, akan tetapi belum berhasil karena Iran menolak menyerahkan uranium yang telah diperkaya, menolak menghentikan program nuklirnya, dan menolak menyerahkan kendali Selat Hormuz kepada AS.
Di sisi lain, AS bersikukuh menghendaki semua itu, dan menolak untuk menegosiasikannya.
Tuntutan Iran agar asetnya yang dibekukan AS, yang mencapai $24 miliar, juga ditolak.
Padahal, pada perang yang berkobar selama hampir 70 hari sejak 28 Februari, banyak kalangan menilai, Iran memenangkan perang itu.
“Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka,” Trump kembali mengancam Iran dalam wawancara dengan NBC News itu.
Trump mengaku bersedia berbicara dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang dikabarkan ikut terluka dalam serangan 28 Februaru dan hingga kini belum pernah muncul ke hadapan publik.
“Saya tidak ingin mengatakan apakah saya tahu di mana dia berada atau tidak, tetapi ada kemungkinan besar bahwa saya tahu,” kata Trump.
Para pejabat tinggi pemerintahan Trump seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio bersikeras bahwa perjanjian gencatan senjata sementara tetap berlaku meskipun ada serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, dan mengatakan kepada anggota parlemen pekan lalu bahwa itu adalah tindakan defensif. (man)







