Jakarta, Harian Umum- Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mewakili Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Rabu (2/5/2018), membuka acara Galeri Koperasi WOW yang diselenggarakan Koperasi LIRA Sejahtera di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Acara yang diikuti 40 UKM dan diisi kegiatan seminar, pelatihan OK OCE, coaching clinic, dan Gebyar UKM yang terdiri dari fashion show, bazaar serta perlombaan ini berlangsung hingga Jumat (4/5/2018).
"Ini kegiatan pertama Koperasi LIRA Sejahtera sejak koperasi ini didirikan. Jadi, ini merupakan langkah awal perkenalan diri Koperasi LIRA Sejahtera kepada publik. Ke depannya tentu akan ada banyak kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan," ujar Ketua Umum Koperasi LIRA Sejahtera, Adjie Rimbawan, kepada harianumum.com.
Selain dibuka oleh Sekretaris Menteri, Wagub Sandiaga Uno juga hadir dan didaulat untuk memberikan orasi tentang kewirausahaan.
Politisi Partai Gerindra ini mengapresiasi penyelenggaraan Galeri Koperasi WOW karena menurutnya, acara seperti ini akan dapat membantu Pemprov DKI dalam mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja baru, dan menekan kesenjangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing dalam mendapatkan peluang kerja.
"Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi negara kita tersendat. Karenanya, kita harus dapat memastikan ekonomi kita dapat bergerak maju, dan acara seperti ini merupakan salah satu caranya. Semoga acara ini sukses," katanya.
Pengunjung di hari pertama acara ini lumayan banyak. Mereka menyerbu produk yang ditawarkan ke-40 UKM yang terdiri dari makanan, minuman dan hasil kerajinan yang di antaranya berupa aksesoris dan batik.
"Iya, yang dijual bagus-bagus. Kulinernya juga enak," kata Lastri, salah seorang pengunjung.
Adjie mengakui alasan mengapa Koperasi LIRA Sejahtera didirikan dan menggelar Galeri Koperasi WOW sebagai kegiatan perdana, karena LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sebagai pendirinya, melihat bahwa hingga kini pembangunan sektor ekonomi belum optimal diletakkan pemerintah pada pondasi perekonomian nasional yang kokoh, sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi hal yang sangat riskan untuk dapat diharapkan menjadi ketahanan bangsa secara menyeluruh.
"Dan kami melihat bahwa pembangunan perekonomian yang paling tepat dan sesuai bagi bangsa ini adalah yang tumbuh dan berakar dari kultur dan budaya bangsa kita sendiri, yaitu perekonomian yang berazaskan pada kekeluargaan dan gotong royong. Bentuk perekonomian seperti ini terdapat pada jenis usaha koperasi, yaitu perekonomian yang menjadikan kesejahteraan bersama secara demokrasi, jauh dari ekonomi individualistis yang saling memangsa satu sama lain atau sebaliknya, perekonomian yang sangat membatasi," katanya.
Selain hal tersebut, lanjut Adjie, LIRA sebagai LSM yang berdiri sejak 2004, juga menyadari bahwa dengan potensi luar biasa anggotanya yang tersebar di 21 provinsi, seyogyanya dapat berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi berbasis koperasi ini.
"Karena itu LIRA mendirikan Koperasi LIRA Sejahtera, dan koperasi ini akan kami sinergikan dengan instasi terkait di pemerintah daerah maupun pusat, misalnya dengan Dinas Koperasi, yang dalam konteks global juga untuk mendukung perekonomian negara," jelas Adjie lagi.
Aktivis senior ini menegaskan, pihanya menargetkan dalam 5 tahun Koperasi LIRA Sejahtera telah berdiri di 21 provinsi dan 86 kabupaten/kota. (rhm)





