Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah merangkak makin jauh dari batas prikologis baru di Rp18.000/dolar AS, karena masih terdepresiasi terhadap dolar AS.
Kurs rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Investing mencatat, rupiah dibuka pada posisi Rp18.170, melemah 24,5 poin dari penutupan Senin ya h berada di Rp18.145,5/dolar AS.
Rupiah sempat menguat ke Rp18.123/dolar AS, akan tetapi kembai tertekan, dan pada pukul 10:10 WIB, rupiah berada di Rp18.160,3/dolar AS karena terkoreksi 14,8 poin atau 0,08%.
Sementara pada jam yang sama Bloomberg melaporkan rupiah berada di Rp18.170,5/dolar AS karena melemah 17 poin atau 0,09%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, penguatan dolar AS, serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong investor mencari aset aman.
Di sisi domestik, menurutnya, rupiah juga masih dibebani oleh krisis kepercayaan pasar, sementara penurunan cadangan devisa kembali menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan mata uang Garuda.
"Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa," kata Lukman dikutip dari Bisnis.
Ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan hari ini.
Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.
Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah. (man)







