Jakarta, Harian Umum - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa "perlawanan 70 hari" bangsa Iran atas agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel, telah mempercepat transformasi global yang mengarah pada munculnya tatanan dunia baru.
Hal itu dikatakan Qalibaf di akun X-nya pada Sabtu (16/5/2026) malam waktu Timur Tengah.
“Dunia berada di ambang tatanan baru,” kata Qalibaf dikutip dari Tasnim News Agency, Minggu (17/5/2026).
Ia mengutip pernyataan Presiden China Xi Jinping bahwa saat ini sedang terjadi transformasi di seluruh dunia, dunia yang baru dan berbeda dari sebelumnya, dan perlawanan Iran terhadap AS dan China sejak 28 Februari telah mempercepat transformasi itu.
“Seperti yang dikatakan Presiden Xi, ‘Transformasi yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang dipercepat di seluruh dunia,’ dan saya menekankan bahwa perlawanan 70 hari bangsa Iran telah mempercepat transformasi ini,” katanya.
Qalibaf menyebut, tatanan dunia baru itu bukan milik Zionis dan AS, melainkan milik Global Selatan (Global South), yaitu istilah geopolitik dan sosio-ekonomi yang merujuk pada negara-negara berkembang, umumnya berada di wilayah Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Asia (termasuk Indonesia).
“Masa depan milik Global Selatan,” tambahnya.
Seperti diketahui, selama ini AS disebut sebagai negara adidaya, polisi dunia, sehingga banyak pemimpin dunia yang tunduk dan takluk di kaki AS, termasuk kebanyakan negara Teluk. Kemampuan Iran melawan AS dan Israel yang merupakan sekutu paling dekat AS, bukan hanya menyentakkan dunia, tetapi juga meruntuhkan realitas yang ada selama ini bahwa AS ternyata tidak sekuat yang dibayangkan.
Presiden AS Donald Trump bahkan sampai berupaya menghentikan perang melalui meja perundingan, karena kesulitan menghadapi Iran di medan tempur, dengan persyaratan yang disesuaikan dengan kehendak dan kepentingannya, namun Iran menolak didikte AS dan balik mendikte, sehingga perundingan pun gagal.
Iran kini disebut-sebut sebagai kekuatan baru, khususnya di Timur Tengah. Tak heran kalau Qalibaf mengatakan saat ini dunia tengah di ambang tatanan dunia baru, karena Iran telah mampu meruntuhkan dominasi AS atas dunia. (man)





