ITU 26 TAHUN YANG LALU. Awal masa kelam dan gelap bagi Rakyat, Bangsa dan Negara. Republik Indonesia menjadi rusak, tercabik-cabik oleh para pengkhianat dan intervensi pihak Asing, yang mau menghancurkannya melalui PKI Gaya Baru.
-------------------------------
Oleh: Sri-Bintang Pamungkas
Presidium Hizbullah Indonesia
Di Indonesia pada hari ini 21 Mei 26 tahun yang lalu, Soeharto jatuh. Sekitar 12 jam kemudian juga pada 21 Mei 1998, berita itu terbit di New York Times... dan tentu di Washington Post dan lain-lain.
Tulisan kolumnis di NYT menarik untuk disimak (ada saya tulis di buku Ganti Rezim Ganti Sistim @2014): "26 juta dolar dikucurkan untuk menjatuhkan Soeharto". Itu dana dari USAID saja, belum dari Sekutu AS yang laindan para Taipan Indonesia, seperti kelompok LIPPO dan mereka yang ada di belakang CSIS. Belum terhitung dolar yang dilarikan Keluarga Liem dan konglomerat lain ke luar negeri pada awal Krisis Moneter 1997, krisis mana menjadi trigger mundurnya Soeharto...
Tidak hanya Adnan Buyung Nasution yang disebut-sebut di NYT, seakan-akan yang menerima kucuran uang tersebut. Tapi juga Mulia Lubis, Nursyahbani Kacasungkana dan sederet nama tokoh LSM Indonesia. Nama SBP (Sri Bintang Pamungkas, red) tidak ada, sekalipun ABN datang ke AS Mei 1995 itu disambut oleh para tokoh USAID dan Canadian AID sebagai pengacara YLBHI yang perlu dana untuk membela SBP yang dituduh melakukan makar dalam Peristiwa Jerman.
Tanggal 20 Mei 1998 menjelang malam hari itu Soeharto bilang kepada Habibie belum mau mundur. Telinga Washington mendengar hal itu, yang segera memerintahkan Menlu Medeleine Albright menjelang tengah malam itu untuk memaksa agar Soeharto mundur:
_"... the Secretary of State called Wednesday for President Soeharto to preserve his legacy for permiting a democratic transition, an implicit call for him to step down..." demikian tulis NYT pada 21 Mei waktu New York, yang dikutip the Guardian di London.
Pada waktu yang sama PKI bangkit lagi setelah mendekam sejak 1965, kali ini dengan wajah dan gaya baru. Kelompok Barat dan Cina tidak berhenti hanya di situ, mereka membikin Soeharto tak berkutik selamanya! Mereka ternyata sudah menyiapkan Draft UUD 2002 pengganti UUD 1945. Indonesia menjadi negara pertama Kelinci Percobaannya.
Habibie yang Ahli dalam Teknolog Tinggi, tapi greenhorn dalam politik tingkat tinggi, dan tidak tahan tekanan pun bisa "dikerjain" mereka... Hasilnya: Timor-Timur dilepas; IPTN diikat dan nyaris macet; Pemilu 99 pun dipaksakan; dan Habibie pun dipaksa mundur dari Pencapresan... Kenapa Habibie bikin Pemilu 99, padahal tanpa itu jabatannya sebagai Presiden RI bisa sampai 2003?! Perihal itu bisa ditanyakan kepada Dewi Fortuna Anwar (LIPI) dan Sofian Effendi (UGM) yang menjadi Staf Ahli Habibie... Itulah pula hebatnya PKI Gaya Baru...
Amien Rais pun beraksi, atas nama PKI Gaya Baru. Dibikinnya Sidang Istimewa MPR untuk mengganti UUD 1945 sesuai pesanan Clinton-Albright. Saya bereaksi dengan membentuk MPRS+ untuk menolak dan menandingi MPR Amien Rais. Kolonel Angkatan Laut Mulyo Wibisono diperintahkan menangkap saya di YLKI, sekiranya MPRS+ tidak dibubarkan. Masih tidak jelas dari mana perintah itu datang, tetapi Gedung YLKI sudah dikepung dan akhirnya kami pun bubar! Usaha-usaha kami selanjutnya gagal, Try Sutrisno dengan TNI-nya pun gagal. UUD2002 selesai dan hidup 20 tahun.
MPR harusnya batal demi hukum, karena Pemilu 99 tidak absah. Seperti sekarang, terjadi manipulasi suara lewat perhitungan manual oleh PPI (Panitia Pemilihan Indonesia). Dari seharusnya minimal 2/3 suara atau 32 suara, yang menyatakan setuju hanya 20 Partai. Tetapi Ketua KPU Rudini menyerahkan tanggungjawabnya kepada Habibie. Habibie menyatakan Pemilu 99 sah...
Padahal Habibie tidak berwenang. Mahkamah Agung seharusnya berani menyatakan Pemilu 99 batal demi hukum dan MPR Amien Rais harus batal dibentuk! Amandemen UUD 1945 pun seharusnya tidak boleh ada, tetapi Habibie terlalu bernafsu memenangi Pemilu 99, tidak sadar sedang masuk jebakan...
Pada19 Oktober 1999 Amandemen Pertama selesai. Habibie tidak bersuara, apalagi menolak! Sehari kemudian, 20 Oktober Gus Dur dan Mega dilantik. Habibie, Gus Dur dan Mega sudah terbius oleh PKI Gaya Baru. UUD 1945 diganti dengan UUD Palsu oleh PKI Gaya Baru dan para Pengkhianat Domestik sendiri.
Sebagai Ilmuwan, Habibie seharusnya tidak perlu ingin menjadi Presiden. Bersama Ali Sadikin, Kemal Idris dan belasan Aktivis lain saya sudah mengingatkan itu, tapi kami malah ditangkap, diinterogasi dan dicegah ke luar negeri selama 6 bulan. Saya pribadi berharap Habibie menjadi seperti Werner von Braun, ahli roket Jerman PD 2, yang dibawa ke AS untuk membikin roket-roket NASA. Habibie bisa memimpin LAPAN dan IPTN serta Batan sekaligus. Bisa bikin Kapal Selam, _aircraft carrier_ bersama PT PAL; dan Kereta Api Cepat bersama PT Inka... sementara mestinya menolak Kereta Api Cepat Cina...
Tapi Habibie tak bergeming... Dibiarkannya IPTN menjadi PTDI yang nyaris lumpuh... juga CN-250 ditinggalkan. Ditinggalkannya pula N-2130... Dia tidak pula tertarik membikin pesawat tanpa awak _drone_... Dia dirundung murung sepeninggal Ainun, isterinya. Bahkan "bersahabat" dengan Jokowi, tidak peduli dengan UUD 1945. Pada saat terakhir saya menemuinya, Habibie masih memikirkan bagaimana Allah meniupkan jiwa (ruh) ke dalam ciptaanNya...
Itu 26 tahun yang lalu... Awal masa kelam dan gelap bagi Rakyat, Bangsa dan Negara. Republik Indonesia menjadi rusak... tercabik-cabik oleh para pengkhianat dan intervensi pihak Asing, yang mau menghancurkannya melalui PKI Gaya Baru...
Karena itu tidak ada pilihan lain, setelah lebih dari 20 tahun, kecuali menyelamatkannya! Sekarang...! Sebelum 20 Oktober tahun ini, Rezim PKI Gaya Baru ini harus ditumpas... Kalau tidak, Pribumi akan dimusnahkan... dan Islam akan dihancurkan... Bangsa Indonesia akan terjajah kembali...




