Jakarta, Harian Umum - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kuwait, Rabu (3/6/2026), mengatakan, seorang tewas akibat serangan Iran yang menargetkan fasilitas sipil di negaranya, termasuk bandara internasional dan misi diplomatik.
"Serangan itu menandai peningkatan ketegangan bagi Kuwait yang sempat mengalami ketenangan relatif sejak gencatan senjata dalam perang Iran-AS diumumkan pada 8 April," kata Al Arabiya.
Mengutip keterangan Kemenlu Kuwait, Al Arabiya melaporkan bahwa serangan Iran ke Bandara Internasional Kuwait terjadi pada Rabu (3/6/2026) dinihari.
"Selain menewaskan satu orang, serangan itu melukai beberapa orang dan membuat otoritas bandara terpaksa mengalihkan penerbangan," kata Al Arabiya.
Serangan tersebut menyebabkan "kerusakan parah" pada gedung Terminal 1 bandara.
Kuwait Airways mengatakan akan menjadwal ulang penerbangan hari Rabu, akan tetapi tak lama kemudian otoritas penerbangan sipil mengatakan maskapai penerbangan utama negara itu telah melanjutkan penerbangan dari Terminal 4, setelah mengevaluasi kerusakan dan mengambil langkah-langkah keselamatan.
Al Arabiya juga melaporkan, rentetan rudal yang ditembakkan Iran tidak hanya menyasar target di Kuwait, tetapi juga beberapa negara Teluk lainnya.
Sebelumnya, militer AS mengeklaim dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait, gagal mencapai sasaran karena berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran, sementara tiga rudal yang diluncurkan ke Bahrain dicegat oleh pasukan AS dan Bahrain.
Gelombang serangan drone Iran selanjutnya yang menargetkan pasukan AS di Kuwait, kata militer AS, juga gagal mengenai sasaran. Begitupun rudal balistik Iran yang ditembakkan ke negara-negara tetangga di kawasan itu, tidak mengenai sasaran.
Sebagai tanggapan, pasukan AS melakukan serangan di Pulau Qeshm dan mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran. (man)







