Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah terhadap dolar AS akhirnya benar-benar menembus batas psikologis baru di posisi Rp18.000/dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026).
Menurut data Investing, rupiah langsung melemah tajam 15 poin pada pembukaan perdagangan hari ini karena dibuka pada posisi 17.940/dolar AS dari penutupan Rabu yang berada di posisi Rp17.925/dolar AS.
Rupiah sempat menguat ke 17.937/dolar AS yang menjadi level terkuatnya sepanjang perdagangan pagi hingga jeda siang, akan tetapi kemudian really di zona merah dan sempat menyentuh 18.043/dolar AS.
Ketika perdagangan sesi I ditutup untuk jeda siang, rupiah berada di 18.037/dolar AS karena terkoreksi tajam 112 poin atau 0,63%.
Di sisi lain, data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada posisi Rp18.043/dolar AS pada pukul 12.01 WIB karena terkoreksi 76 poin atau 0,42%.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor global maupun domestik. Konflik antara AS dengan Iran yang kembali memanas, membuat pelaku pasar berbondong-bondong membeli aset safe heaven, sehingga dolar menguat dan menelan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Data kondisi ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan performa yang lebih kuat, membuat tekanan terhadap rupiah semakin besar, karena biaya impor berpotensi meningkat dan berdampak pada harga sejumlah barang maupun bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri. (man)







