Sri Lanka, Harian Umum - Sebuah torpedo yang ditembakkan kapal selam AS, Rabu (4/3/2026), menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka.
"Setidaknya 87 pelaut Iran tewas dalam serangan terhadap Iris Dena pada hari Rabu itu," kata The Guardian, Kamis (5/3/2026).
Kapal fregat milik Iran itu sedang berlayar di perairan internasional untuk kembali ke Iran setelah menjalani latihan angkatan laut yang diselenggarakan India di Teluk Bengal.
"Serangan torpedo tersebut memicu pertanyaan dari mantan pejabat AS tentang apakah tujuan Washington melenyapkan seluruh militer Iran, karena melanggar hukum internasional," kata The Guardian lagi.
Insiden ini terjadi pada hari kelima serangan udara AS-Israel terhadap Iran yang dilakukan sejak 28 Februari 2026. Para pejabat Washington bahkan telah memperingatkan bahwa serangan saat ini bakal segera menghantam target yang "lebih dalam" di Iran.
Pasukan AS juga menargetkan milisi pro-Iran di Irak, sementara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan serangan rudal dan drone terhadap target di seluruh Timur Tengah.
Pete Hegseth, mantan pembawa acara Fox News yang sekarang memimpin Pentagon sebagai Menteri Pertahanan, mengonfirmasi bahwa AS menenggelamkan Iris Dena saat berlayar dekat pantai Sri Lanka. Pentagon merilis rekaman hitam-putih yang menunjukkan torpedo berat Mark 48 menghantam fregat tersebut, menyebabkan semburan air laut ke udara.
Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth. Ia mengatakan serangan itu dilakukan pada Selasa malam.
“Kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo, kematian yang tenang – penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” tambah Hegseth.
“Seperti dalam perang itu, ketika kita masih menjadi departemen perang, kita berjuang untuk menang," imbuhnya. (man)







