Jakarta, Harian Umum - Komisi X DPR RI, memanggil Mendikbudristek Nadiem Makarim dan jajarannya terkait kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang hingga berkali-kali lipat, sehingga Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengadu ke komisi itu pada16 Mei 2024 lalu.
Dalam rapat kerja.Komisi X dengan Nadiem, Selasa (21/5/2024), anggota komisi dari Fraksi Partai Golkar, Nuroji Purnamasidi, menuding kenaikan yang berkali-kali lipat itu, sehingga UKT menjadi mahal, dikarenakan anggaran Kemendikbudristek terbatas, sementara anggaran untuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) justru masuk anggaran Bansos.
"Kami ini semua pengin semua anggaran pendidikan itu dikelola oleh Kemendikbudristek karena ini mandatory. Enggak boleh tidak. Mahalnya UKT menurut saya, dan negara tidak bisa membayarkan itu, karena kementerian tidak diberikan uang yang banyak," katanya.
Nuroji menyesalkan karena Banggar DPR justru memasukkan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) sebagai anggaran belanja Bansos.
"Apalagi di Banggar ini saya tahu persis anggaran KIP masuk belanja Bansos. Kan ini bahaya. Saya dua kali sampaikan di Banggar dan itu enggak direspons," ujarnya.
Karena hal itu, dia menilai berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2022, pelaksanaan program kegiatan yang menggunakan anggaran pendidikan oleh kementerian atau lembaga sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan.
"Ini amanah PP. Itu satu hal. Jadi, mohon klarifikasinya. Kalau ini clear insya Allah problem-problem tadi akan clear semuanya," pungkasnya.
Terkait hal ini, Sekjen Kemendikbudristek, Suharti, menjelaskan bahwa pihaknya menganggarkan Rp 13,9 T untuk program KIP di 2024.
"Anggaran KIP kuliah ini pada 2024 Rp 13,9 triliun dengan sasaran 985.577 mahasiswa," kata dia.
Suharti membeberkan rincian sasaran dari anggaran KIP kuliah yakni 200 ribu mahasiswa Rp 2,28 T, ongoing ada 700.577 mahasiswa Rp 11,07 T dan bantuan BP terhadap 85 ribu mahasiswa Rp 612 miliar.
Saat mengadu ke Komisi X, BEM SI melaporkan bahwa kenaikan UKT di Universitas Soedirman mencapai 300-500%. Contohnya UKT Fakultas Peternakan naik dari Rp2,5 juta menjadi Rp14 juta.
Sementara di Universitas Sebelas Maret Solo, UKT naik dari Rp25 juta menjadi Rp200 juta. (man)





