Jakarta, Harian Umum- Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto memprediksi akan banyak kejutan pada gelaran Pilpres 2019.
Pasalnya, pemberlakuan presidential treshold 20% telah mempersulit parpol-parpol untuk dapat mengusung calonnya sendiri, sehingga akan terjadi koalisi yang melibatkan 2-3 parpol.
"Kondisi ini membuka peluang munculnya calon-calon, baik capres maupun cawapres," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Ia memprediksi, calon yang akan muncul di antaranya puteri para mantan presiden, yakni Puan Maharani (puteri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri), Yenny Wahid (puteri mantan Presiden Gus Dur), dan Titiek Soeharto (puteri mantan Presiden Soeharto).
"Ketiga puteri presiden ini muncul karena masyarakat saat ini cenderung mencari figur baru di samping figur yang saat ini disebut-sebut sudah pasti maju di 2019, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto," imbuhnya.
Meski demikian diakui, elektabilitas Jokowi dan Prabowo berada jauh di atas ketiga puteri mantan presiden itu, namun ia yakin jika mesin politik yang mengusung para mantan puteri presiden itu dapat bekerja efektif, mereka bisa menjadi kuda hitam di Pilpres jika maju sebagai capres, dan dapat mendongkrak perolehan suara seorang capres jika diusung sebagai cawapres.
"Para puteri mantan presiden itu memiliki daya tarik yang kuat karena statusnya, dan mereka juga memiliki basis massa yang bagus yang bersumber dari ketokohan orangtuanya maupun karena partai yang pernah maupun yang masih dipimpin orang tuanya," imbuh aktivis yang akrab disapa SGY itu.
Ketika ditanya, secara personal, apa yang membuat para puteri mantan presiden itu layak untuk diusung di Pilpres? SGY menjelaskan, Puan selain berpengalaman sebagai anggota parlemen, juga berpengalaman di birokrat karena dia seorang menteri.
"Yenny masih muda dan energik, sedang Titiek berpengalaman di bidang politik dan parlemen. Sebagai anak mantan Presiden Soeharto, dia pasti menyerap banyak pelajaran dari ayahnya yang menjadi presiden selama 32 tahun, tentang bagaimana mengelola negara. Ingat, di era Soeharto perekonomian Indonesia tumbuh hingga menyentuh angka 7%, sehingga kala itu Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia," imbuh SGY.
Namun ketika ditanya dari ketiga puteri mantan presiden itu yang mana yang paling layak untuk diusung, SGY dengan tegas mengatakan Titiek Soeharto. (rhm)







