Jakarta, Harian Umum - Mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) TNI Soenarko mengatakan, jika Pilpres 2024 dicurangi, maka di Indonesia bisa pecah perang saudara.
"Masyarakat sudah sangat muak dengan pemerintahan saat ini, sehingga kalau Pilpres dicurangi, sehingga yang menang adalah Capres yang merupakan penerus Presiden Jokowi, bisa saja pecah perang saudara," kata Soenarko saat dalam perjalanan dari Rumah Rizal Ramli di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, ke gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023).
Sebelumnya, dalam pertemuan 35 tokoh di rumah Rizal Ramli di mana Soenarko hadir, mantan Danjen Kopassus itu mengatakan kalau kondisi objektif Indonesia saat ini tidak jelas arahnya kemana, karena apa yang disuarakan pemeeintah, yang baik-baik itu, semuanya cuma omong kosong.
"Contohnya pidato Jokowi tanggal 16 Agustus yang lalu (pidato kenegaraan di Sidang Umum MPR, red), ada beberapa poin yang saya ingat. Satu, tingkat kemiskinan yang menurun, tapi tadi Pak Rizal Ramli mengatakan bahwa angka kemiskinan mencapai 40% dari jumlah penduduk," katanya.
Berikutnya, lanjut Soenarko, Jokowi mengatakan tidak cawe-cawe pada pemilihan presiden, tapi kemudian dia sendiri yang mengatakan bahwa dia akan cawe-cawe.
'"Buat saya dia telah berbohong," tegas Soenarko.
Ia juga menyinggung kalau dalam pidatonya itu, Jokowi juga menyebut bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan ia membantahnya.
"Kalau negara hukum, seharusnya pengeluaran negara dalam eksekutif, bekerja, berkorban kepada hukum. Faktanya, saat ini hukum dikendalikan kekuasaan untuk mengamankan kekuasaan, untuk memidanakan lawan-lawan politik. Seharusnya, pemegang kekuasaan berpedoman pada hukum dan menjalankan negara ini berdasarkan konstitusi," katanya.
Soenarko sepakat dengan para tokoh yang hadir di rumah Rizal Ramli bahwa di tangan Jokowi, Indonesia sangat parah.
"Jangankan negara ini bisa maju, hidup tenang saja susah," katanya.
Pemerhati politik dan kebangsaan Rizal Fadillah yang juga hadir dalam pertemuan di rumah Rizal Ramli, mengatakan, apa yang dikatakan Soenarko bahwa bisa terjadi perang saudara jika Pilpres dicurangi, bisa saja terjadi.
"Sebagian besar rakyat ingin perubahan, dan tak ingin kepemimpinan Jokowi diteruskan, karena fakta menunjukkan bahwa di tangan Jokowi dengan oligarki di belakangnya, Indonesia tidak maju," katanya.
Maka, kata dia, ketika Pilpres dicurangi sehingga Capres yang mereka dukung, yang mereka yakini dapat membawa perubahan (Anies Baswedan, red) kalah, maka akan muncul ketidakpuasan. Itu bisa menjadi triger," katanya.
Sebelumnya, Rizal mengatakan bahwa Anies Bisa menjadi trigger terjadinya people power jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu diperlakukan tidak adil, entah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Formula E, sehingga tidak dapat mencalonkan diri di Pilpres 2024, atau dicurangi ketika mengikuti Pilpres 2024. (man)







