Teheran, Harian Umum - Diam-diam Iran punya senjata canggih hasil rakitan sendiri yang belum digunakan selama perang dengan AS dan Israel, bahkan belum diuji.
Pengungkapan ini dilakukan seorang sumber militer Iran kepada media Rusia RIA Novosti, dan dilakukan di tengah pengajuan proposal baru yang dikirim Presiden AS Donald Trump melalui Pakistan, dengan disertai ancaman akan kembali menyerang Iran jika proposal itu lagi-lagi tidak membuahkan kesepakatan.
Sejauh ini, Iran masih mengkaji proposal baru itu, meski ada tanda-tanda bahwa jawaban atas proposal itu sepertinya akan kembali ditolak Trump sebagaimana jawaban proposal terdahulu, karena isi proposal terbaru Trump dikabarkan tak jauh berbeda dengan yang terdahulu, yaitu antara lain AS ingin melucuti program nuklir Iran, dan tak ingin Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran.
Dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Jumat (22/5/2026), kepada RIA Novosti, sumber militer itu mengatakan, Teheran memiliki senjata modern yang belum digunakan di medan perang dalam konflik dengan AS dan Israel.
“Kami telah memproduksi senjata modern di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji secara praktis,” katanya.
Ia menegaskan, Teheran tidak kekurangan fasilitas dan peralatan pertahanan meski telah menghadapi agresi AS dan Israel selama 70 hari.
“Dalam hal peralatan dan kapasitas pertahanan, kami tidak kekurangan, sehingga tak akan kesulitan untuk membela diri. Bahkan jika kami kembali diagresi, kami tidak akan mengekang diri dalam melakukan pembalasan," imbuh sumber itu.
Sebelumnya, terkait ancaman Trump, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan telah mengingatkan bahwa setiap agresi baru terhadap Iran akan dibalas lebih keras, dan perang akan diperluas hingga di luar kawasan Teluk.
"Pernyataan IRGC pada Rabu itu menekankan bahwa Republik Islam belum menggunakan semua kemampuannya selama konfrontasi dengan AS dan Israel," kata Tasnim.
IRGC menilai, AS dan rezim Zionis telah gagal belajar dari kekalahan strategis mereka, meski telah berulang kali melawan Iran
“Musuh-musuh kami, Amerika-Zionis, telah gagal mengambil pelajaran dari kekalahan strategis besar dan berulang mereka melawan Revolusi Islam, dan sekali lagi menggunakan ancaman. Mereka harus tahu bahwa meskipun mereka menyerang kami menggunakan semua kemampuan dua tentara negara itu yang termahal di dunia, kami tidak menggunakan semua kemampuan Revolusi Islam terhadap mereka,” kata IRGC dalam pernyataan tersebut.
“Tetapi sekarang, jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang telah dijanjikan kali ini akan meluas melampaui kawasan ini, dan pukulan telak kami akan menghancurkan Anda di tempat-tempat yang tidak dapat Anda bayangkan,” sambung IRGC mengingatkan.
“Kami adalah prajurit, dan Anda akan melihat kekuatan kami di medan perang, bukan dalam pernyataan kosong di halaman-halaman virtual,” IRGC menyindir Trump yang gemar membuat pernyataan dan ancaman melalui akun Truth Social-nya.
Sejak kegagalan negosiasi pada 11-12 April, Trump telah berkali-kali mengancam Iran, tapi berakhir tanpa realisasi (man)







