Jakarta, Harian Umum - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis Senin (10/7/2023), jadi bully-an netizen karena menyebut tingkat tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 90%.
Survei itu katanya diselanggarakan pada 30 Mei-12 Juni 2023 dengan sampel 1.200 orang dan menggunakan metode multistage random sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wwancara dilakukan tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini disebutkan sebesar +/- 2.9%.
Peneliti LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas,mengatakan, responden yang percaya kepada Jokowi 36,1% di antaranya merupakan pendukung Prabowo.
"Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden mencapai 90,0% yang sangat percaya atau cukup percaya, paling banyak memilih Prabowo hingga mencapai 36,1%," katanya.
Untuk elektabilitas tiga Bacapres, hasilnya sebagai berikut;
- Prabowo Subianto 34,3%
- Ganjar Pranowo 32,7%
- Anies Baswedan 22,1%
- Tidak Tahu/Tidak Jawab 10,9%
Sejak hasil survei itu juga dipublikan di Twitter oleh sebuah media online pada Selasa (11/7/2023) dini hari, hingga pukul 09:44 WIB ada 293 netizen yang berkomentar, 35 orang me-retweet dan 30 orang menyukai.
Dari 293 orang yang berkomentar, hampir seluruhnya melecehkan dan membully. Berikut beberapa di antaranya:
"Hasil survey ekonomi meroket, kenyataan PHK tambah banyak. Hasil survey uang negara banyak, kenyataan utang negara nambah terus," kata @Istanadaging.
"@DennyJA_WORLD knp ngak 100 % sekalian...?" tanya @AbanggSayur.
"Tanggung amat kenapa tidak 100% saja. wkwkwkwk," kata @Udinsam_dua.
"Sekalian tukang ngibul 120% .. semoga Allah memberi Azab.untuk manusia pembual," ejek @borjong_m.
"Wah, mantap, Luar biasa. Tapi agak ragu benarkah hasil survei itu, soalnya seharusnya Bisa mencapai 100 %, kayaknya surveinya terpapar radikalisme, intoleran, dan Tdk pancasilais," kata @Hamba60455437.
"Bisa saja dibuat 180% tapi kenapa kok cuma 90%," sindir @CakSan32747218.
"200% aja ga bikin ngaruh apa" ... kok cuman 90% .... kapan meroketnya?," tanya @kurangbayar.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi tidak memenuhi janji-janji kampanyenya yang diucapkan saat Pilpres 2014 dan 2019, di antaranya tidak utang, tidak impor, menyediakan 10 juta lapangan kerja dan buyback Indosat. Pernyataan Jokowi pun sering tidak konsisten, termasuk soal cawe-cawe Pilpres 2024.
Bahkan, oleh BEM UI, Jokowi dijuluki The King of Lip Service.
Dengan perilakunya itu, maka layak dipertanyakan siapa sajakah sampel LSI Denny JA untuk survei itu? Dan apakah sampel itu relevan serta kompeten untuk menjawab pertanyaan yang diajukan? Jika sampel Denny JA mayoritas pendukung militan Jokowi, maka tidak mengherankan jika hasil surveinya seperti itu.
Namun, jika asumsi itu benar, maka sampel itu tidak relevan karena tidak merepresentasikan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (man)





