Washington, Harian Umum - Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan blunder terkait 10 poin yang diajukan Iran dan telah dia terima sebagai dasar untuk gencatan senjata selama dua pekan.
Ia bahkan mengatakan tidak akan menarik pasukannya dari Asia Barat, meskipun penarikan mereka merupakan salah satu dari 10 poin yang diajukan Iran untuk gencatan senjata
"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, dengan amunisi tambahan, persenjataan, dan apa pun yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran musuh yang sudah sangat lemah, akan tetap berada di dan sekitar Iran," kata Trump melalui unggahan Truth Social pada Rabu (8/4/2026) malam waktu AS.
Ia menambahkan, situasi akan tetap seperti itu sampai "KESEPAKATAN NYATA yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.
Trump bahkan kemudian mengancam jika Iran tidak mematuhi tuntutan Amerika, agresi AS akan dilanjutkan dengan "lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya".
"Sudah disepakati, sejak lama, dan terlepas dari semua retorika palsu yang bertentangan - TIDAK ADA SENJATA NUKLIR dan, Selat Hormuz AKAN TETAP TERBUKA & AMAN," klaim Trump.
Menurut Al Mayadeen, Kamis (9/5/2026), pernyataan Trump ini semakin memperburuk situasi. Apalagi karena sebelumnya Israel telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon, meski gencatan senjata mencakup negara itu.
"Pernyataan Trump ini semakin memperburuk situasi, karena AS telah menyetujui proposal 10 poin Iran, yang menetapkan bahwa militer AS harus menarik diri dari Asia Barat,," kata Al Mayadeen..
Media ini juga menyoroti unggahan Trump yang lain, yang sesumbar bahwa kehadiran AS di Asia Barat bertujuan untuk memberikan tekanan militer kepada negara-negara yang dianggap Washington menentang kepentingan AS, dan meletakkan dasar untuk perang di masa depan, karena ia masih menjabat selama hampir tiga tahun.
"Militer kita yang hebat sedang bersiap dan beristirahat, sebenarnya menantikan penaklukan berikutnya. AMERIKA KEMBALI!" kata Trump.
Lebih jauh, Al Mayadeen menyoroti unggahan Trump yang mengatakan bahwa 10 poin yang ia sepakati dengan Iran adalah hoax, dan mengeritik media-media AS yang mempublikasikan soa.10 poin tersebut.".
"New York Times yang gagal dan CNN yang menyebarkan berita palsu masing-masing melaporkan RENCANA SEPULUH POIN yang sepenuhnya PALSU tentang negosiasi Iran yang dimaksudkan untuk mendiskreditkan orang-orang yang terlibat dalam proses perdamaian," kata.Trump.
"Semua sepuluh poin itu adalah HOAX yang dibuat-buat - PECUNDANG JAHAT!!! JADIKAN AMERIKA HEBAT KEMBALI," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Selasa (7/4/2026), di Truth Social-nya, Trump menulis begini; "Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran".
Belum diketahui bagaimana reaksi Iran atas pernyataan Trump ini. (man)







