Teheran, Harian Umum - Iran menilai, Amerika Serikat telah 'kehabisan kartu' untuk dimainkan dalam konfrontasi ekonomi dengan Iran.
Hal ini dikatakan terkait meroketnya harga minyak dunia sejak Iran menutup Selat Hormuz dan memicu krisis energi di banyak negara, terutama di AS Apalagi karena proxy Iran di Yaman, yaitu Houthi, mengancam akan menutup Selat El Mandeb, selat yang juga sama stategisnya dengan Selat Hormuz dalam rangkaian pasokan minyak global.
Terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan sumur-sumur minyak Iran, dan dibalas Wakil Presiden Iran Esmail Saghab Esfahani dengan mengatakan, jika AS menghancurkan satu sumur minyak Iran, maka Iran akan menghancurkan 4 sumur minyak di negara-negara sekutu AS di Timur Tengah.
Jika ancaman Trump dan Esfahani benar-benar terjadi, bisa dibayangkan akibatnya bagi pasokan minyak global, dan harganya pun bisa jadi akan terus melambung hingga $ 200 per barel sebagaimana yang pernah diingatkan Iran.
"Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, AS telah menghabiskan sebagian besar pengaruhnya dalam konfrontasi ekonomi dengan Iran, sementara Teheran masih memiliki "kartu" penting untuk dimainkan," kata Tasnim News Agency, Selasa (28/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Iran ini merujuk pada unggahan Qalibaf di akun X pribadinya pada Minggu (27/4/2026) malam waktu Timur Tengah.
Dalam uanggahan itu, Qalibaf menulis begini:
"Mereka membanggakan kartu-kartu itu.
Mari kita lihat:
Kartu Penawaran = Kartu Permintaan
SOH (partly played/sebagian dimainkan) + BEM (unplayed/belum dimainkan) + Pipa (unplayed/belum dimainkan) = Pelepasan Persediaan (played/dimainkan) + Penghancuran Permintaan (partly played/sebagian dimainkan) + Penyesuaian Harga Lebih Lanjut (to come/akan datang).
Tambahkan liburan musim panas di sebelah kanan, kecuali jika warga AS ingin membatalkannya".
Penjelasan atas paparannya tersebut, Qalibaf menulis begini:
Poin Ghalibaf sederhana:
Barat memiliki "kartu" seperti cadangan minyak, pengurangan permintaan, dan pengendalian harga.
Namun, Iran memiliki kartu fisik yang nyata: Hormuz, Bab el-Mandeb, dan tekanan pada jalur pipa.
Minyak bukan hanya angka di layar. Minyak harus melewati titik-titik hambatan yang nyata, dan dengan datangnya liburan musim panas di AS, permintaan minyak akan meningkat, kecuali jika warga Amerika membatalkan liburan mereka.
"Jadi, pesannya adalah: jangan membual tentang kekuatan pasar di atas kertas ketika Iran dapat menekan jalur minyak yang sebenarnya," pungkas Qalibaf. (man)







