Jakarta, Harian Umum - Kegagalan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta blokade perairan Iran oleh AS dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, membuat harga minyak dunia terus tertekan.
Al Jazeera melaporkan, harga minyak naik lagi dengan minyak mentah Brent melonjak lebih dari 2% pada Minggu (26/4/2026). Pada pukul 1:30 GMT, harga minyak patokan utama dunia itu berada di $106,99 per barel.
"Harga minyak naik karena harapan untuk terjadinya putaran kedua negosiasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran, pupus selama akhir pekan," kata Al Jazeera, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, pasar saham Asia sepertinya tidak terpengaruh pada situasi itu karena pada pembukaan perdagangan Senin ini saham-saham dibuka lebih tinggi dengan indeks acuan Nikkei 225 Jepang dan KOSPI Korea Selatan masing-masing menguat 0,9% dan 1,5%.
Sementara Jakarta Composite Index (JCI) naik 1%.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026), membatalkan kepergian dua utusannya, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan, karena Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang sedang bertemu PM Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, pihaknya tidak punya agenda melakukan perundingan lagi dengan AS, karena kedatangannya ke Pakistan untuk membahas masalah regional dan juga menjelaskan posisi Iran pada negosiasi tanggal 11-12 April dengan AS yang gagal.
Sikap Araghchi ini mempertegas sikap Iran yang tak ingin lagi berunding dengan AS karena telah mencium niat busuk AS di balik keinginan untuk berunding, yakni ingin memenangkan perang melalui meja perundingan dengan cara melucuti Iran, karena kalah di Medan pertempuran.
Dalam perundingan tanggal 11-12 April, Iran menilai AS mengajukan permintaan yang berlebihan, karena antara lain meminta Selat Hormuz dibuka dan Iran tidak memegang kendali atas selat itu, dan meminta Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya.
Dari Pakistan, Araghchi terbang ke Oman, dan hari ini, Senin, ia tiba di Saint Petersburg, Rusia, untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat lainnya
Iran saat ini tengah bersiap menghadapi perang lanjutan, meski Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata yang semula hanya dua Minggu, diperpanjang hingga waktu yang tidak ditentukan.
Namun sejumlah akun X melaporkan bahwa Bandara Ben Gurion Israel dipenuhi pesawat pengisian bahan bakar, pertanda bahwa AS dan Israel akan kembali menyerang Iran.
"Sesuatu yang besar akan datang, Bandara Ben Gurion Israel dipenuhi pesawat pengisian bahan bakar KC-46 dan KC-135 buatan Amerika," kata @DailyNewsIran pada Jumat (24/4/2026). (rhm)







