Jakarta, Harian Umum - Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) mengancam akan melengserkan Presiden Jokowi jika lemah dalam mengantisipasi isu kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia).
"Saat ini komunis mulai merajalela, mulai terang-terangan dan ini sangat membahayakan negara karena peristiwa G-30-S/PKI pada 1965 bisa terulang," ujar Rahmat Himran, kordinator FUIB di sela-sela acara apel akbar melawan kebangkitan komunisme di Indonesia, yang diselenggarakan di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017).
Ia menegaskan FUIB dan semua elemen anti-komunis, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) dan Pergerakan Pemuda Islam Nusantara (PPIN), akan melawan dengan keras kebangkitan PKI, dan meminta kepolisian untuk berani menangkap dan memenjarakan siapa pun yang terbukti terlibat dalam partai terlarang itu.
"Kita juga meminta agar rezim Jokowi ini jangan lemah terhadap komunis. Harus berani. Kami akan turunkan rezim ini kalau lemah terhadap PKI," tegasnya.
Dalam acara yang digelar siang hari, setelah shalat Jumat tersebut, peserta aksi yang berjumlah puluhan orang, berjalan mengitari kawasan Tugu Tani sambil membawa spanduk yang berisi penolakan atas bangkitnya komunisme, dan bendera merah putih.
Usai mengelilingi Tugu Tani, panitia membacakan deklarasi menolak komunisme di markas FUIB di Jalan Menteng Raya No 58, dan dilanjutkan nonton bareng film G-30-S/PKI setelah maghrib.
Rahmat menegaskan kalau kebangkitan PKI di era pemerintahan Jokowi ini bukan lagi sebuah isu, namun fakta.
Alasannya, karena hingga hari ini sejumlah kegiatan berbau PKI telah diselenggarakan di sejumlah kota di Tanah Air, termasuk di Jakarta.
Kegiatan yang dilangsung di Jakarta di antaranya Festival Belok Kiri yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Simposium 1965 di Hotel Arya Duta, seminar pro komunis di kantor Komas HAM, dan seminar berbau komunis di kantor YLBHI. (man)







