Jakarta, Harian Umum - Rencana para tokoh mendeklarasikan Gerakan Rakyat Anti Oligarki (GRAO) mendapat hambatan dari para pendukung PSN PIK-2, sehingga deklarasi dipindah dari Desa Kohod ke Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/1/2024).
Pantauan harianumum.com, puluhan orang nampak berkerumun di jalan masuk ke lokasi di Desa Kohod, dan ketika mobil minibus yang ditumpangi rombongan aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) memasuki jalan itu, mobil dicegat dan dihentikan. Bahkan body mobil dipukul-pukul, sehingga di antara aktivis ARM ada yang berteriak marah.
"Jangan dipukul-pukul dong, Pak!" katanya.
Orang-orang yang mencegat itu meminta agar mobil putar balik dan meninggalkan lokasi dengan nada penuh kemarahan dan tak kenal kompromi. Sopir pun mau tak mau memutar mobilnya dan meninggalkan jalan itu, serta parkir di SPBU yang berlokasi tak jauh dari situ
Di mulut dan di tepi jalan kami melihat spanduk-spanduk yang berisi dukungan TERHADAP PSN PIK-2, dan menolak pernyataan-pernyataan Said Didu yang dianggap sebagai provokasi.
Di antara spanduk-spanduk tersebut terdapat tulisan: "Kami Masyarakat Kalibaru, Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang - Banten Menolak Keras Provokasi Said Didu Cs. Kedatangan dan Gerakan Said Didu CS & Kawan2 Pembuat Provokasi dan Hoax".
Berdasarkan kontak yang dilakukan harianumum.com dengan Marwan Batubara, salah satu tokoh yang mendeklarasikan GRAO, diketahui kalau lokasi deklarasi dipindah ke Desa Kramat.
"Kita kumpul dulu di Makam Kramat," katanya.
Berbekal peta lokasi yang dishare Marwan, rombongan ARM pun meluncur ke Makam Kramat.
Dalam.perjalanan menuju lokasi itu yang berada di Jalan Cituis dan berjarak sekitar 15 menit dari lokasi rombongan dihalau pendukung PSN PIK-2, .rombongan kembali melihat kerumunan pendukung PSN PIK-2 di salah satu jalan, lengkap dengan spanduk-spanduk menolak Said Didu yang dibentangkan di tepi jalan. Jumlah mereka banyak, puluhan orang.
Dari makam keramat, para deklarator dan massa aksi pendukung melakukan longmarch ke.lokasi aksi yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari makam keramat.
Para tokoh yang mendeklarasikan GRAO di antaranya Marwan Batubara, KH Sobri Lubis, Laksamana Slamet Soebijanto, Abraham Samad, Mayjen Soenarko, Roy Suryo, HM Mursalin, Rizal Fadillah, Ahmad Khozinudin, Meidy Juniarto, Edy Mulyadi, Ismed Fassah, Kol. Sugeng Waras, Kol. Nursam, Menuk Wulandari, dan, Julia Satari.
Massa pendukung selain dari ARM adalah massa dari UI Watch, Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (Forum AKSI), Aspirasi dan Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212).
Ketika acara deklarasi yang juga diisi dengan pembacaan tuntutan dan orasi kebangsaan dari para tokoh, massa pendukung PSN PIK-2 sempat mendekat untuk mengganggu, akan tetapi dihalau oleh massa peserta deklarasi, sehingga situasi sempat menjadi tegang.
Namun, keberadaan polisi di lokasi membuat kemungkinan chaos dapat dihindari.
"Kami tidak takut sama mereka, saya siap mati," kata Kholid Miqdar, salah satu nelayan Banten yang menjadi korban PSN PIK-2 dan hadir dalam deklarasi. (rhm)







