JAKARTA, HARIAN UMUM - Kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dari PKS Nurmansyah Lubis tidak mempermasalahkan voting secara tertutup dalam pemilihan pengganti Sandiaga Uno. Bahkan menurut Anca sapaan akrab Nurmansyah Lubis hampir setiap proses pemilihan kepala daerah dilakukan secara tertutup.
"Saya yang sudah disepakati DPRD DKI. Jadi dewan sudah sepakat semua pada hasil Pansus periode lalu. Lagipula selama ini kalau milih kan selalu tertutup. Kebijakan terbuka atau tertutup aturannya juga sudah dievaluasi di departemen dalam negeri (Depdagri)," kata Anca di saat menjajakan kopi usahanya di kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, Minggu (23/2/2020).
Meskipun pemilihan Wagub DKI dilakukan secara tertutup Anca mengaku, kekhawatiran publik akan ada politik uang tidak mungkin terjadi. Sebab proses pemilihan Wagub akan diawasi lembaga-lembaga hukum.
"Insya Allah tidak akan terjadi politik transaksional. Kita berharap temen-temen (anggota dewan) juga semua adalah orang-orang yang demokratis. Lagipula ada lembaga lembaga hukum yang mengawasi," terang Anca.
Anggota DPRD DKI periode 2004 hingga 2014 ini juga siap menerima pertanyaan dari 106 wakil rakyat DKI kepada dirinya mengenai Jakarta.
"Dan nanti kalau ada penyampaian visi misi kan walaupun sudah jelas kita akan pertajam. Terus teman-teman silakan saja tanyakan," papar dia.
Anca menambahkan, penyampaian visi misi sangat mempengaruhi penilaian dewan terhadap kandidat Cawagub. "penyampaian visi misi yang akan didialogkan oleh anggota legislatif itu artinya minimal bahwa teman-teman di Kebon Sirih (anggota DPRD DKI) mengetahui lah kompetensi. Kemudian Bagaimana sifat-sifat karakter masing-masing kandidat, bukan hanya dari pembicaraan saja namun dari presentasi kan bisa dinilai," pungkasnya.
Sebagai informasi, proses pemilihan calon Wagub DKI terus dipercepat. DPRD DKI Jakarta telah mengesahkan tata tertib (tatib) pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI pada Rabu (19/2) kemarin. Tatib wagub itu sendiri masuk di dalam tatib anggota Dewan Legislatif Kebon Sirih periode 2019-2024.
DPRD DKI menargetkan pemilihan Wagub akan digelar pada awal bulan Maret 2020. "Mudah-mudahan bulan Maret mendatang, Gubernur Anies Baswedan sudah memiliki pendamping untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya mengatasi persoalan di Jakarta," kata Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. (Zat)







