Jakarta, Harian Umum - Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan, Gempabumi yang terjadi di Jakarta pada Sabtu (12/9/2026) pukul 04:33 WIB bermagnitudo 6,5.
Sebelumnya, BMKG menyebut kalau magnitudo gempa itu 5,9.
"Sobat Geologi, terjadi gempabumi M 6,5 yang berpusat di Tenggara Kepulauan Seribu, DKI," kata Badan Geologi melalui akun X-nya, Sabtu (12/9/2026) siang.
"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempercayari serta ikut menyebarkan informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawankan," imbuh Badan Geologi.
Sama seperti BMKG, Badan Geologi menyebut episentrum gempa itu berada di 5.81 LS - 106.56 BT, akan tetapi dari kedalaman 368 kilometer.
"Posisi (episentrum) 69 kilometer baratlaut Daerah Khusus Ibukota Jakarta," katanya.
Seperti juga BMKG, guncangan gempa itu dirasakan di Cilacap, Nagrak, dan Kelapanunggal dalam skala III MMI.
Sementara di Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Sukabumi, Cianjur Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan guncangan dirasakan dalam skala II-III MMI.
Dan Lemong, Semaka, serta Bengkunat gempa dirasakan dalam skala II MMI.
"Guncangan dirasakan di sebagian wilayah Jawa dan Sumatera," kata Badan Geologi.
Badan ini menyebut Gempabumi ini berjenis Gempa Interslab dengan mekanisme geser turun.
"Sumber: patahan di Lempeng Indo-Australia yang menunjang ke bawah Lempeng Eurasia.," imbuh Badan Geologi.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami. (rhm)







