Jakarta, Harian Umum - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan digantikan oleh Irjen Idham Azis. Iriawan menjabat Asisten Operasi Mabes Polri menggantikan Irjen Unggung Cahyono. Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya selama 10 bulan sejak 16 September 2016.
Kabiro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto membenarkan penggantian tersebut.
“Ya benar,” kata Rikwanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis 20 Juli 2017.
Pergantian Iriawan dan Idham Aziz berbarengan dengan mutasi sejumlah 51 perwira di lingkungan kepolisian. Hal ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST / 1768 / VII / 2017. Surat ini memuat tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan kepolisian.
Irjen Idham Azis yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Propam Mabes Polri digantikan oleh Brigadir Jenderal Martuani Sormin yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat. Sementara itu, Kabiro Provos Divisi Propam Polri Brigadir Jenderal Rudolf Alberth Rodja diangkat sebagai Kapolda Papua Barat.
Alasan Pergantian Mochamad Iriawan
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, mutasi dilakukan bukan karena persoalan tertentu. Menurut dia, pergeseran jabatan dilakukan sebagai penyegaran bagi perwira tersebut dan organisasi.
"Ini kegiatan pembinaan karier yang biasa," kata Martinus
Mutasi juga dilakukan dalam rangka promosi jabatan. Perwira yang dianggap berprestasi ditempatkan di posisi yang lebih strategis dari sebelumnya.
Idham Azis, Pengganti Iriawan Kapolda Metro yang Lumpuhkan Teroris Dr Azahari
Idham Azis yang lahir di lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 1963, adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988. Ia memiliki pengalaman cukup lama di Densus 88 Antiteror dengan prestasi melumpuhkan teroris bom Bali, Dr Azahari dan komplotannya di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005.
Saat itu, ia mendapat penghargaan dari Kapolri Sutanto, bersama dengan Tito Karnavian, rekan seangkatannya.
Jabatan terakhirnya di detasemen ini sebagai Wakadensus pada 2010. Kemampuannya di bidang antiterorisme membuat Idham ditempatkan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah pada 2014, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.
Adapun penugasan di Polda Metro Jaya kali ini bukan hal baru bagi Idham. Pada 2009, ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.
Ia menempati berbagai posisi di Polda Metro Jaya mulai dari Kanit VC Sat Serse Umum Dit Serse Polda Metro Jaya pada 1999, dan Kasat I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2002. Ia juga pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2008.







