Teheran, Harian Umum - Amerika Serikat (AS) kembali kehilangan pesawat canggihnya dalam perang antara AS dan Israel kontra Iran yang dikibarkan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak 28 Februari silam.
Pesawat canggih itu merupakan pesawat pengintai jenis AWACS E-3 AS.
"IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa pasukannya telah menghancurkan pesawat mata-mata AWACS (Airborne Warning & Control System) AS di pangkalan militer di Al Kharj, Arab Saudi," kata Tasnim News Agency, Minggu (29/3/2026).
Pernyataan itu menjelaskan, pesawat AWACS E-3 AS menjadi target dalam operasi IRGC yang menargetkan Al Kharj sebagai sasaran. Serangan dilancarkan dengan mengerahkan rudal dan drone.
AWACS E-3 AS diketahui digunakan AS untuk melakukan pengawasan dari udara, sekaligus sebagai pesawat komando dan kontrol.
'Pesawat itu "hancur total". Pesawat lain yang berada di dekatnya juga mengalami kerusakan signifikan," imbuh Tasnim mengutip pernyataan IRGC.
Sebelumnya, IRGC juga telah menembak jatuh sejumlah pesawat tempur siluman AS dan juga merudal kapal induk Abraham Lincoln saat mendekati Selat Hormuz, dan merudal enam kapal AS yang berada di Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait, pada Jumat (27/3/2026) malam. Tiga dari keenam kapal itu tenggelam, sisanya terbakar dan rusak.
Sejak perang antara AS dan Israel kontra Iran pecah yang diawali serangan AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026, hingga hari ini, Minggu (29/3/2026), Iran telah 86 kali melakukan serangan balasan dalam operasi True Promise 4.
Serangan balasan ini menggunakan format multi-tahap yang melibatkan serangan rudal dan drone terkoordinasi oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut IRGC.
Menurut pernyataan IRGC, pada fase pertama operasi, serangan rudal dan drone menargetkan infrastruktur operasional udara dan drone serta persediaan senjata di pangkalan-pangkalan AS, termasuk di Victoria, Arifjan, dan Al Kharj. (man)


