Jakarta, Harian Umum - Sebuah kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudera Atlantik, antara Argentina dan Tanjung Verde, Minggu (3/4/2025), diduga diserang wabah Hantavirus, wabah yang dianggap langka.
Kapal pesiar tersebut bernama MV Hondius.
"Wabah itu menewaskan tiga orang, termasuk pasangan suami istri yang telah lanjut usia, dan membuat tiga penumpang lainnya sakit," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan Afrika Selatan dikutip The Guardian, Senin (4/5/2026).
Dalam pernyataan yang dikutip Associate Press, WHO mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki sumber wabah tersebut, dan memastikan bahwa setidaknya satu dari tiga penumpang yang kini sakit, terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus. Korban saat ini dirawat di ruang perawatan intensif di rumah sakit di Afrika Selatan.
Menurut beberapa situs pelacakan kapal online, MV Hondius berada di dekat pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, saat wabah itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) malam waktu setempat. Dua dari mereka yang meninggal adalah pasangan suami istri berusia 70 dan 69 tahun asal Belanda.
Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan, suami dalam pasangan itu jatuh sakit di atas kapal dan meninggal di pulau Saint Helena, sementara istrinya meninggal di rumah sakit di Kempton Park, sebuah kota di Afrika Selatan.
Seorang pria Inggris berusia 69 tahun yang jatuh sakit di kapal dibawa ke fasilitas kesehatan swasta di Johannesburg, menurut kementerian kesehatan Afrika Selatan, yang mengatakan bahwa ia dinyatakan positif hantavirus.
Hantavirus biasanya menular melalui kontak dengan urin atau feses dari hewan pengerat yang terinfeksi.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, hantavirus menyebabkan dua sindrom serius: sindrom paru hantavirus, penyakit parah yang menyerang paru-paru, dan demam berdarah dengan sindrom ginjal, penyakit parah yang menyerang ginjal.
'Meskipun jarang terjadi, infeksi hantavirus dapat menyebar antar manusia," kata WHO.
Tidak ada pengobatan atau penyembuhan khusus, tetapi perhatian medis dini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.
Kapal pesiar MV Hondius dioperasikan oleh perusahaan tur Belanda bernama Oceanwide Expeditions. Kapal itu memiliki kapasitas 170 penumpang dan memiliki 70 kru. Kapal itu lterdaftar sebagai kapal pesiar kutub di situs web beberapa agen perjalanan. (man)







