Jakarta, Harian Umum - Sekitar 130 tokoh dengan latar belakang masuk dalam jajaran kepengurusan Kelompok Kerja Tetap (Pokjatap) Kembali ke UUD 1945..
Ke-130 tokoh tersebut memiliki berbagai latar belakangan, seperti pensiunan TNI-Polri, akademisi, pengamat, aktivis dan lain-lain.
Berdasarkan data yang diberikan Hatta Taliwang yang didapuk menjadi pimpinan Pokjatap pada rapat tanggal 7 November 2024 di Jakarta, para tokoh itu berada pada posisi tiga jabatan strategis, yakni pelindung, fewan penasehat, dan panitia kerja.
Di antara ke-130 nama itu selain terdapat nama-nama besar seperti mantan Wakil Presiden Jendral TNI (Purn) Try Soetrisno, mantan Wakil Panglima TNI Jendral TNI (Purn) Fachrul Razy, mantan Kepala BIN Mayjen (Purn) Syamsir Siregar, Sri Bintang Pamungkas, LaNyalla Mattalitti, Din Syamsuddin, Siti Fadillah Supari dan Tifauzia Tyasumma.
Berikut selengkapnya:
PELINDUNG ;
1. Jendral TNI (Purn) Try Soetrisno
2. Jendral TNI (Purn) Fachrul Razy
3. Jendral TNI Purn) Tyasno Soedarto
4. Laks (Purn) Slamet Soebijanto
5. Laks Tedjo Edhie P
6. Jendral (Purn) Agustadi Sasongko
7. Marsekal (Purn) Imam Sufaat
8. Prof Dr Sri Edi Swasono
9. Prof Dr Din Syamsuddin
10. Prof Dr Sofian Effendi
11. Prof Dr Ryass Rasyid,
12. H.LaNyalla Mattalitti
13. Agus Solachul (Gus Aam), PE
14. Irjen Pol Taufiqurahman Ruki
15. Dr Siti Fadhillah Soepari
DEWAN PENASEHAT
1. Prof Dr Kaelan
2. Prof Dr Rochmad Wahab
3. Prof Dr Daniel M Rosyid,
4. Prof Dr Hafid Abbas,
5. Pro Dr Busro Muqaddas,
6. Prof Dr Budi Djatmiko
7. Prof Dr Laode Kamaluddin,
8. Prof Dr Amir Santoso,
9. Prof Dr Budiardjo
10. Prof Gunawan Sumodiningrat
11. Prof Dr Ir Sri Bintang Pamungkas
12. Prof Dr Yudhie Haryono
13. Letjen Purn Yayat Sudrajat,
14. Letjen Mar. (purn) Suharto,
15. Letjen (Purn) Setyo Soelarso,
16. Letjen (Purn) Geerhan
17. Mayjen (Purn) Syamsir Siregar
18. Mayjen (Purn) Prijanto Soemantri
19. Mayjen (Purn) Sornarko,
20. Marsda (Pur) Tumiyo
21. Mayjen Purn Ediwan Prabowo,
22. Irjen Pol (Purn) Basyir A Barmawi
23. Mayjen (Purn) Robby Kadir
24. Irjen Pol (Purn) Arief Pranoto
25. Marsma Dr Bastari
26. Brigjen (Purn) Purnomo
27. Laksma Sony Sambiredjo
28. Brigjen (Purn) Sudarto
29. Brigjen (Purn) Amin Mahu
30. KH Ahmad Zahro,
31. Pontjo Soetowo
32. Dr Ichsanuddin Noersy
33. Dr Yudi Latif
34. Dr.HMS Kaban
35. Dr. Dirgo Purbo
36. Lalu Sudarmadi
37. Bambang Wiwoho
38. Dr. Mulyadi (Opu Andi Tadampuli)
39. Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom
40. Hb Muhsin Ahmad Alatthas,
41. DR Sabriati Azis,
42. KH Badaruddin
43. Dr Gunawan Adji
44. Burhan Rosyidi
45. Kanjeng Senopati
46. Batara Hutagalung
47. Dr Rahman Sabon Nama
48. Ir. Sayuti Asyathri
49. Edwin Soekowati
50. Tata Kesantra
51. Dr. Ahmad Yani
52. Dr Abustan
53. Agusdin Pulungan
54. R Berlian
55. Kol (Purn) Dr Asmil Ilyas
56. John Mempi
57. Dr Mursalin
58. M.Airvin Hardhani
59. Ahmadie Thaha
60. Nurman Diah
61. Dodi Budiyatman
62. Sujud Sirajuddin, SH, MH
63. Muslim Arbi
64. Nur Aini
65. dr Tifauzia Tyasumma
66. Agus Kodri,
67. Agus Maksum,
68. DR.Aminuddin
69. Badjoeri Widagdo,
70. DR Memet Hakim,
71. Kolonel (Purn) Sulyana Wirata
72. Dindin Maolani, SH,
73. Dr Bambang Hartoyo
74. Dr Ismail Rumadan,
75. Eko Santjojo, SH, MH
76. Ir. Indra Adil,
77. Ir Fitri Hadi Suhaemi
78. Ahmad Daryoko
79. Dr Masri Sitanggang
80. Panji RH,
81. Djindar Rohani
82. Pontas Hutagalung
83. Poppy Dharsono
84. Ir Prihandoyo K,
85. Rizal Fadillah SH
86. Salamuddin Daeng
87. Sugeng Waras,
88. Sila Basuki,
89. Syarifuddin Simbolon,
90. Ir.Tito Rusbandi,
91. Ristiyanto SH, MM
PANITIA KERJA
1. Drs.M.Hatta Taliwang M.I.Kom
2. Dr.M.Gamari Soetrisno
3. Tony Hasyim
4. dr Zulkifli Ekomei
5. Munarman SH, MH
6. Sutoyo Abadi SH, MSi
7. Ir.Syafril Sofyan MM
8. Taufik Gumay
9. Ricky ( Kiki) Handersend
10. Mustikasani SH
11. Beathor Suryadi
12. Donny Hendricahyono
13. Samuel Lengkey
14. Astrianti Purwantini
15. Mirah Sumirat
16. Nina Bahri
17. Abdul Malik
18. Agus Surya.
19. Ida N Kusdianti
20. Jalih Pitoeng
21. Rahmad Hidayat
22. Rahma Hasjim,
23. P Lubis
24. Ibu Wati Salam
Seperti diberitakan sebelumnya, Pokjatap Kembali ke UUD 1945 merupakan kelompok para tokoh yang selama ini concern pada tuntutan agar pemerintah kembali memberlakukan UUD 1945 asli yang telah diamandemen hingga empat kali pada rentang 1999-2002, sehingga melahirkan UUD baru yang oleh pemerintah tetap disebut UUD NRI (Negara Republik Indonesia) 1945.
Padahal, UUD hasil amandemen itu disahkan pada tanggal 10 Agustus 2002, sementara UUD 1945 yang asli ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1955.
Berikut beberapa agenda yang akan dilakukan Pokjatap Kembali ke UUD 1945 asli:
1. Menyosialisasiksn tulisan tentang alasan mengapa harus kembali ke UUD '45, termasuk sosialisasi dampak buruk amandemen UUD '45.
2. Menyosialisasiksn pandangan Prabowo dan Partai Gerindra tentang UUD '45 dan isi buku PARADOKS INDONESIA yang ditulis Pranowo ya g berkaitan dengan UUD '45.
3. Melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh, kelompok-kelompok, Ormas, BEM, akademisi, partai-partai dan lain-lain untuk menggalang sebanyak-banyaknya dukungan untuk Kembali ke UUD '45
4. Mendalami semua masukan dan karya yang sudah dilakukan oleh para pendahulu dalam perjuangan kembali ke UUD 45 seperti dari DPD RI, PPAD; FOKO, GSNKRI, G-45, dan lain-lain.
6. Mendukung MAKLUMAT JOGJAKARTA yang dipelopori Jenderal (Purn) TNI Tyasno Soedarto tentang Kembali ke UUD '45.
(rhm)




