Jakarta, Harian Umum - Nilai tukar rupiah terhadap rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (7/4/2025), sempat ambles di atas Rp17.000/dolar AS, meski kemudian menguat tipis dan tetap berada di zona merah.
Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp17.200/dolar AS dan sempat tersungkur di posisi Rp17.217/dolar AS pada sekitar pukul 09.15 WIB.
Namun, pada pada saat perdagangan ditutup pukul 15:54 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.821,5/dolar AS karena terdepresiasi tajam.169 poin atau 1,01%.
Terpuruknya rupiah ini telah diprediksi sebelumnya karena berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025), hingga pukul 20.53 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri anjlok ke level Rp17.006 per dolar AS atau mengalami penurunan 1,58%.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Bisnis mengatakan, ambrolnya rupiah di pasar NDF terjadi karena banyak data fundamental memengaruhi pelemahan.
Rilis data tenaga kerja AS, misalnya, yang tampil lebih baik dari ekspektasi pasar, sementara The Fed memberikan testimoni pada Jumat (4/4/2025) bahwa terlalu dini untuk menurunkan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang bermasalah serta inflasi.
Penurunan suku bunga acuan juga akan menunggu dampak dari perang dagang. Kemungkinan penurunan suku bunga acuan The Fed tiga kali sebanyak 75 basis poin pada tahun ini pun semakin sirna.
Kondisi ini membuat indeks dolar menguat signifikan.
Pelemahan rupiah juga tersengat kebijakan tarif impor resiprokal yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, di mana Indonesia yang dimasukkan dalam 'Dirty 15' oleh AS, dikenai tarif impor hingga 32% dan diprediksi bakal mengguncang perekonomian Tanah Air.
"Kondisi perang dagang saat ini yang terkena dampak bukan saja China, Eropa, Kanada, dan Meksiko, tapi hampir semua negara," kata Ibrahim pada Sabtu (5/4/2025).
Faktor lain yang menekan rupiah adalah geopolitik Timur Tengah dan Eropa yang kembali memanas. Ibrahim memperkirakan, pada pembukaan perdagangan setelah libur Lebaran, atau pada Senin (7/4/2025), Bank Indonesia akan langsung menjalankan intervensi di pasar valuta asing.
"Namun, kemungkinan intervensi tidak terlalu berpengaruh signifikan. Di pembukaan pasar Senin [7/4/2025], rupiah bisa tembus Rp17.050 per dolar AS," katanya (rhm)







