Jakarta, Harian Umum - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), sebuah organisasi yang concern pada masalah pertambangan dan segala dampaknya, membongkar keterlibatan orang-orang penting di balik Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud, pasangan calon (Paslon) nomor urut 03 pada Pulpres 2024, dalam bisnis tambang..
Ada sembilan nama yang disebut Jatam dalam thread berjudul Jejaring Oligarki Tambang pada Pemilu 2024 dengan subjudul Ganjar - Mahfud. Thread itu di-posting di akun X Jatam Nasional, yakni @jatamnas.
Kesembilan nama yang disebut adalah:
1. Ketua DPR Puan Maharani (Dewan Penasihat TPN Ganjar - Mahfud)
2. Ketua Kadin Indonesia dan Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ekonomi Syariah, Muhammad Arsyad Rasyid P Mangkuningrat (Ketua TPN Ganjar - Mahfud)
3. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang
4. Owner MNC Group Hary Tanoe
5. Dirut PT Inalum Orias Petrus Moedak (bendahara TPN Ganjar - Mahfud)
6. Ketua Dewan Pengarah PT Terra Altilium, Heru Dewanto
7. Anggota DPR RI Andi Ridwan Witiri
8. Anggota DPR RI Herman Hery
9. Ketum PPP dan Bos PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga Uno.
1. Puan Maharani
Jatam Nasional menyebut, jejak bisnis Puan Maharani bisa terbaca melalui suaminya, Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) yang merupalan pemilik PT Rukun Raharja Tbk. Sejak akhir 2010, perusahaan ini dikenal sebagai penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir yang fokus menjalankan empat pilar bisnis utama, yaitu Infrastruktur Gas, Perdagangan Gas, Pembangkit, dan Bisnis Hulu Energi.
Merujuk data Ditjen AHU Kemenkumham, saham PT Rukun Raharja dimiliki oleh Happy Hapsoro (1.384.091.300 lembar), PT Sentosa Bersama Mitra (1.358.285.004 lembar), dan masyarakat sebesar 1.484.706.196 lembar. Sementara pengurus perusahaan ini antara lain Djauhar Maulidi sebagai Direktur Utama, Muhammad ‘Arsjad Rasjid’ P. Mangkuningrat sebagai Komisaris, Rachmat Gobel sebagai Komisaris Independen, Rudiantara sebagai Komisaris Utama, Sumantri sebagai Direktur, Ogi Rulino sebagai Direktur, Djaman Andhi Nirwanto sebagai Komisaris Independen, dan Orias Petrus Moedak sebagai Komisaris Independen.
Dalam komposisi TPN Ganjar-Mahfud, Muhammad Arsjad Rasjid P. Mangkuningrat tercatat sebagai Ketua dan Orias Petrus Moedak sebagai Bendahara TPN Ganjar-Mahfud. Sementara Rachmat Gobel diketahui merupakan Anggota Dewan Pertimbangan di Timnas AMIN. Lalu, Rudiantara merupakan mantan Menkominfo era Jokowi-JK.
Perusahaan lain yang dimiliki oleh Happy Hapsoro, adalah PT Sentosa Bersama Mitra. Saham mayoritas perusahaan ini dimiliki oleh Happy Hapsoro (51.000 lembar), lalu Djauhar Maulidi sebanyak 6.000 lembar, dan Medi Avianto sebanyak 3.000 lembar. Direktur perusahaan ini adalah Djauhar Maulidi. Sementara Happy Hapsoro menjabat sebagai Komisaris.
Pada 2022 lalu, PT Rukun Raharja, bersama PT Cipta Niaga Gemilang, menjadi pemenang lelang langsung wilayah kerja minyak dan gas bumi tahun 2022 untuk wilayah kerja Jabung Tengah, yang terletak di daratan dan lepas pantai Provinsi Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau, dengan luas wilayah 8.728,34 km2.
Gurita bisnis Happy Hapsoro juga bisa ditemui melalui sejumlah anak perusahaan PT Rukun Raharja yang berfokus pada infrastruktur gas, perdagangan gas, pembangkit listrik, investasi hulu, hingga oil and gas service.
Anak perusahaan PT Rukun Raharja yang bergerak di bidang infrastruktur gas, antara lain PT Triguna Internusa Pratama (TIP), PT Trimitra Cipta Mandiri (TCM), PT Bravo Delta Persada, dan PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA).
Sementara perusahaan yang berfokus di sektor perdagangan gas antara lain PT Panji Raya Alamindo, PT Prima Energi Raharja (PER), PT Energisindo Heksa Karya (EHK), PT Majuko Utama Indonesia, dan PT Artha Prima Energy (APE).
Adapun anak perusahaan PT Rukun Raharja yang berfokus di sektor pembangkit listrik, antara lain PT Raharja Daya Energi (RDE) dan PT Adidaya Bismawisesa International (ABI). Sementara perusahaan yang bergerak di sektor investasi hulu, adalah PT Raharja Energi Cepu (REC), sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2006 dan bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen dan bisnis serta permodalan. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT DSME ENR Cepu. PT REC diakuisisi oleh PT Rukun Raharja sebagai upaya untuk memiliki participating interest di Blok Cepu yang berkontribusi terhadap 30% cadangan gas nasional. Anak usaha PT Rukun Raharja, yaitu PT REC terhubung dengan PT Petrogas Jatim Utama Cendana, perusahaan berstatus BUMD, yang merupakan anak perusahaan dari Petrogas Jatim Utama milik Pemprov Jawa Timur.
Ekspansi bisnis anak perusahaan PT Rukun Raharja juga merambah ke sektor oil dan gas service, melalui PT Petrotech Penta Nusa, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan dalam operasi dan pemeliharaan di ladang minyak dan fasilitas pendukung lainnya, dan PT Artifisial Teknologi Persada, perusahaan jasa minyak dan gas Indonesia yang fokus pada layanan pengangkatan buatan seperti PCP System, Rod Lift, Hydraulic Lift, Gas Lift, Plunger Lift.
Jejak bisnis suami Puan Maharani itu, juga ditemui melalui PT Basis Utama Prima (BUP) atau Basis Investment, sebuah perusahaan investasi. Berdasarkan data Ditjen AHU Kemenkum HAM, Happy Hapsoro merupakan pemegang saham mayoritas, yakni sebanyak 75.924 lembar saham. Sisanya dimiliki oleh PT Mohammad Mangkuningrat (76 lembar), perusahaan milik Arsjad Rasjid.
PT BUP sendiri sudah banyak menyuntikkan modal ke emiten dalam negeri, bahkan beberapa di antaranya menjadi pemegang saham utama, mulai dari PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), termasuk PT Rukun Raharja Tbk.
Komposisi kepengurusan PT BUP, antara lain Muhammad Yusrizki Muliawan sebagai Direktur, dan Satrio Tjoa sebagai Komisaris. Muhammad Yusrizki Muliawan dikenal sebagai pengusaha dan Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan di Kamar Dagang dan Industri alias KADIN Indonesia. Selain itu, ia menjabat sebagai Managing Director Basis Utama Prima sejak Agustus 2017. Nama Muhammad Yusrizki Muliawan juga terdapat pada perusahaan angkut jual batubara PT Deli Niaga Jaya sebagai Direktur Utama, yang sahamnya dimiliki oleh PT Basis Energi Prima 33%, PT Mitra Jasa Sebamban 33% dan Didi Basuki 34%. Adapun saham PT Basis Energi Prima dimiliki oleh PT Basis Utama Prima (BUP) sebanyak 65% dan PT Anugrah Prathama Sejahtera 35%. Nama Didi Basuki terdapat di PT Kangean Energy Indonesia sebagai Presiden, sebuah perusahaan yang bergerak di eksplorasi minyak dan gas yang bermitra dengan SKK Migas di Jawa Timur.
Sementara Muhammad Yusrizki Muliawan, merupakan Direktur Utama PT Basis Utama Prima pernah tersangkut dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyediaan infrastruktur BTS dan Infrastruktur Pendukung Kominfo periode 2020-2022. Perusahaan milik Happy Hapsoro itu diduga menerima aliran dana sebanyak 7 miliar rupiah terkait kasus BTS.
2. Arsjad Rasyid
Dalam sektor pertambangan dan energi, nama Arsjad tercatat sebagai pemegang saham minoritas (76 lembar) di PT Basis Utama Prima (BUP) atau Basis Investment, perusahaan milik Happy Hapsoro, suami Puan Maharani.
Sejumlah jabatan strategis di perusahaan pernah dipegang oleh Arsjad Rasjid, mulai dari PT Indika Energy Tbk. (INDY) sebagai Presiden Direktur, lalu menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Tripatra Engineers & Constructors dan PT Tripatra Engineering sejak April 2021, Komisaris PT Indika Infrastruktur Investindo sejak Juni 2020 dan PT Indika Multi Properti sejak Oktober 2019.
Arsjad juga tercatat sebagai komisaris PT Indika Inti Corpindo (sejak Juni 2020), PT Grab Teknologi Indonesia (sejak 2020), dan Kideco (sejak Februari 2017). Lalu, PT Indika Energy Infrastructure (sejak Desember 2016) dan menjabat sebagai Chairman Indika Foundation (sejak Februari 2017).
Sebagaimana diketahui, PT Indika Energy merupakan perusahaan tambang batubara, minyak bumi pertambangan mineral, jasa konstruksi dan pengangkutan laut. Dalam akta perusahaan, Mohammad Arsjad Rasjid tercatat sebagai Direktur Utama. Saham PT Indika Energy dimiliki oleh PT Indika Mitra Energi sebesar 3.307.097.790 lembar dan PT Indika Multi Holdiko sebesar 10 lembar.
3. Oesman Sapta Odang
Oesman merupakan pemilik OSO Group, dengan lini bisnis mencakup properti, jasa keuangan, transportasi, manufaktur, pelayanan medis, agrobisnis, hingga pertambangan.
Dalam sektor pertambangan, ada PT Karimun Granite yang memiliki tiga konsesi, berlokasi di Karimun, Kepulauan Riau. Lalu, ada juga PT Energy Persada Nusantara (EPN), perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Berau, Kalimantan Timur.
4. Hary Tanoe
Selain merajai bisnis media Indonesia, Hary juga melebarkan sayap bisnisnya ke jasa keuangan, perbankan, properti, hingga pertambangan dan energi.
Di sektor pertambangan batubara, ada PT Bhakti Coal Resources (PT MNC Energy Investments Tbk), yang menaungi sejumlah perusahaan, mulai dari PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal, PT Putra Muba Coal, PT Indonesia Batu Prima Energi, PT Arthaco Prima Energy, PT Sriwijaya Energy Persada, PT Energi Inti Bara Pratama, PT Titan Prawira Sriwijaya, PT Primaraya Energy, dan PT Bhakti Coal Kaltim. Total luas konsesi dari seluruh perusahaan ini mencapai 72.478 ha.
Selain batubara, Hary Tanoe juga berekspansi ke sektor minyak dan gas, melalui PT Bhakti Migas Resources dan PT Suma Sarana. Kedua perusahaan ini beroperasi di Papua.
5. Orias Petrus Moedak
Orias pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Inalum, lalu pernah juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama di PT Freeport Indonesia.
Selain itu, ia juga pernah memegang posisi sebagai Direktur Keuangan di PT Bukit Asam, serta sebagai Direktur Keuangan di PT Pelindo II dan Direktur Utama di Pelindo III.
Orias pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane di PT Pelindo II.
Saat ini, Orias tercatat menjabat sebagai Komisaris Independen PT Rukun Raharja (RAJA), perusahaan milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro. Perusahaan ini berfokus pada infrastruktur gas, perdagangan gas, pembangkit listrik, investasi hulu, hingga oil and gas service.
6. Heru Dewanto
Heru menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah PT Terra Altilium, perusahaan yang berfokus pada pengembangan teknologi ekstraksi nikel dan logam lain untuk mendukung pasar mobil listrik di Amerika dan Eropa.
PT Terra Altilium terafiliasi dengan Altilium Group, sebuah perusahaan yang juga berfokus pada pasokan nikel, kobalt untuk menggerakan produksi massal baterai kendaraan listrik.
Selain itu, Heru juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Terra Altilium Berdaya, lalu di PT Terra Sustineri Berdaya sebagai Komisaris. Saham perusahaan terakhir ini, dimiliki oleh PT Mohammad Mangkuningrat, milik Arsjad Rasjid sebanyak 80% dan PT Prakarsa Dewa Berjaya sebanyak 20%.
Altilium Group Ltd dan PT Terra Sustineri Berdaya terhubung ke PT Indika Energy Tbk, ketiganya berencana membentuk badan hukum baru guna mempromosikan, memasarkan, dan melisensikan DNi ProcessTM di Indonesia.
Sebelumnya, Heru juga pernah memegang posisi strategis di sejumlah anak perusahaan PT Indika Energy, mulai dari PT Cirebon Energi Prasarana sebagai Presiden Direktur (2014-2019), PT Cirebon Electric Power sebagai Wakil President Direktur (2012-2019), PT. Cirebon Power Services sebagai Direktur (2014-2019), dan CEO Indika Power (2014-2019).
Selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Cirebon Power (CEPR), Heru bersama Teguh Haryono (Direktur Corporate Affairs), pernah dicekal KPK untuk tidak bepergian ke luar negeri. Pencekalan itu terkait kasus dugaan korupsi perizinan proyek PLTU Cirebon 2.
7. Andi Ridwan Witiri
Anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I ini merupakan pemegang 30% saham di PT Rimau Tangguh Perkasa, perusaan tambang batubara yang memiliki konsesi seluas 1.900 hektar di Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Selain itu, Andi juga tercatat sebagai pemegang 4 persen saham di PT Rimau Energy Mining, perusahaan batubara yang juga beroperasi di Barito Timur, seluas 1.000 hektar.
Sejumlah perusahaan di atas menginduk ke Rimau Group, kelompok usaha yang berfokus pada pertambangan, penjualan dan pengangkutan bahan tambang.
8. Herman Hery
Politisi PDIP yang menjadi anggota DPR sempat periode ini (2004–2009, 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024) ini memiliki sejumlah bisnis, termasuk di sektor pertambangan.
Ia lalu digantikan a aknya, Stevano R Adranacus yang saat ini tercatat menduduki jabatan.Presiden Direktur di PT Adi Kartiko Pratama atau AKP Nickel Mining, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
AKP Nickel Mining terafiliasi dengan PT Inti Mega Ventura (IMEV), perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Laburoko, Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan PT Sungai Mas Minerals.
9. Sandiaga Uno
Bersama Edwin Soeryadjaya, wakil gubenur DKI Jakarta tahun 2017-2019 ini merupakan pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
SRTG berinvestasi di PT Adaro Indonesia (ADRO), perusahaan yang didirikan Garibaldi Boy Thohir, kakak kandung Erick Thohir, menteri BUMN.
Wilayah operasi perusahaan mereka tersebar mulai dari pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku.
Meski berbeda pilihan politik pada Pemilu 2024, mereka tentu saja punya titik temu kepentingan yang sama: bisnis.
Hingga berita ditulis, kesembilan orang yang disebutkan Jatam Nasional ini belum dapat dikonfirmasi. (man)







