TAUBAT NASUHA adalah taubat yang murni, jujur, dan sungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah SWT dengan meninggalkan perbuatan yang menimbulkan dosa dan bertekad kuat tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.
-------------------------
Oleh: Mustika Sani
Pegiat Kembali ke UUD 45 Asli
Pada hari Ahad 15 Maret 2026 di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No.45, Senen, Jakpus, dalam rangka menyambut Hari Anti Islamophobia Dunia, komunitas "Aspirasi" telah melaksanakan berbagai kegiatan dan telah mencanangkan "Gerakan Taubatan Nasuha Nasional" dengan tema: Mengetuk Pintu Langit, Menata Kembali Harmonisasi Bangsa".
Secara Teks, pengertian Taubat Nasuha adalah taubat yang murni, jujur, dan sungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah SWT dengan meninggalkan dosa secara total, menyesalinya, serta bertekad kuat tidak mengulangi lagi perbuatan yang menimbulkan dosa.
Dalam QS. At-Tahrim ayat 8 Allah SWT berfirman; "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (tobat yang semurni-murninya)".
Dalam konteks Gerakan Nasional dan sesuai tema, maka sekurangnya dapat dipahami:
Pertama, bahwa rakyat merasakan kesusahan hidup, miskin, dan pertolongan sudah tidak dapat lagi diharap dari elit penguasa, sehingga hanya dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pertolongan dapat diharapkan.
Kedua, Penataan Kembali Harmonisasi Bangsa mengandung makna Pengakuan, Penyesalan, dan Perjuangan.
Adapun Pengakuan, Penyesalan dan Perjuangan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Pengakuan, bahwa Rakyat sudah merasakan UUD 45 - 18 Agustus 1945 (UUD 45 Asli) sangat jauh lebih baik dari pada UUD 45 - Amandemen 2002 (UUD 45 Palsu) yang buruk, dan memang konten UUD 45 Palsu bertentangan dengan Pembukaan UUD 45, padahal fungsi UUD antara lain adalah sistim dasar mengatur bernegara termasuk keberadaan lembaganya.
Penyesalan, bahwa rakyat sudah menyadari dan sangat menyesal membiarkan berlakunya UUD 45 Palsu yang sesungguhnya mengganti UUD 45 Asli karya Aagung para pendiri NKRI, sehingga sikon sekarang ini Bangsa, Tanah Air dan NKRI serasa sedang terjajah, dan para Antek Penjajah sangat berani menyombongkan diri menampakan merekalah sekarang yang berkuasa.
Perjuangan, bahwa untuk bebas dari kesusahan, kemiskinan, penjajahan melalui Gerakan Taubatan Nasuha Nasional, jelas terlihat rakyat muak dengan Antek Penjajah, Penikmat UUD 45 Palsu, Rakyat tidak mau mengulangi tunduk pada UU dan Kebijakan turunan dari UUD 45 Palsu yang semakin menjauh dari Pancasila, dan sudah tidak menjiwai Piagam Jakarta yang terkandung Tujuh Kata, yaitu : dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya; Boleh jadi oleh sebab itu secara sadar lebih 87% Rakyat mulai bergerak untuk Kembali ke UUD 45 Asli.
Selamat untuk bunda Wati Salam, Bunda Jati Ningsih dan bung Andy Kodrat yang sukses mengemas kegiatan launching Gerakan Taubatan Nasuha Nasional, Bravo Aspirasi.(*)







