Jakarta, Harian Umum - Tiga Ormas Islam, yakni Front Persaudaraan Islam (FPI), Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF - Ulama), dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Selasa (16/4/2024), menggelar istighosah kubro di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Acara yang diikuti lebih dari 1.000 orang ini digelar untuk memberikan dukungan moral kepada Mahkamah Konstitusi (MK) agar memutus perkara sengketa Pilpres 2024 yang dimohonkan Paslon 01 Anies-Muhaimin (AMIN) dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud dengan adil, sesuai hati nurani, dan bebas dari intervensi kekuasaan.
"Sebenarnya kita mau gelar aksi ini di depan MK, tapi seperti biasa jalan ke sana ditutup, sehingga kita istighosah di sini di Patung Kuda," kata Ketum FPI Habib Muhammad Alatas dalam orasinya dari mobil komando.
Dia bertanya kepada para peserta istighosah yang didominasi kaum ibu-ibu dan bapak-bapak, apakah suara mereka didengar oleh hakim MK yang berada di kantornya? Hadirin menjawab "tidak", karena jarak Patung Kuda dengan Gedung MK lebih dari 300 meter.
"Karena itu kita bikin istighosah, bukan orasi politik, karena doa-doa dan salawat yang kita bacakan pasti sampai kepada Allah, karena Allah maha mendengar," lanjut Habib Muhammad.
Selain FPI, GNPF-Ulama dan PA 212, massa dari Ormas yang lain nampak hadir, di antaranya Pejabat (Pengacara dan Jawara Bela Ummat) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM).
Hadir pula kapten Timnas AMIN Muhammad Syauqi Alaydrus, dan KetuabTim Hukum Nasional (THN) AMIN Ari Yusuf Amir dan anggotanya, antara lain Refly Harun.
Habib Muhammad mengatakan bahwa mereka ingin MK memutus perkara sengketa Pilpres 2024 karena tak ingin negara ini dipimpin presiden dari hasil Pilpres curang, karena kata dia, Allah tidak menyukai kecurangan.
"Bila kita menerima kecurangan, kita akan dilaknat oleh Allah SWT," katanya.
Hal yang sama dikatakan.Korlap istighosah ini, Buya Husein. Dia tegas mengatakan bahwa istighosah ini diselenggarakan untuk membela para hakim MK agar berani melawan intervensi kekuasaan dalam memutus perkara sengketa Pilpres.
Dia bahkan mengubah syair Aksi Bela Islam menjadi Aksi Bela MK untuk dinyanyikan bersama. (rhm)







